Evaluasi Pelaksanaan UKPPPG Guru Tertentu Periode 3 Tahun 2025 LPTK Universitas Balikpapan
LPTK Universitas Balikpapan kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam menjalankan mandat nasional terkait peningkatan kualitas guru Indonesia melalui penyelenggaraan Evaluasi Pelaksanaan UKPPPG Guru Tertentu Periode 3 Tahun 2025, yang dilaksanakan di Hotel Zurich Balikpapan, pada Hari Selasa, 25 November 2025 di Balikpapan. Kegiatan resmi ini menjadi salah satu agenda strategis kampus untuk memastikan bahwa seluruh proses Uji Kompetensi Pendidikan Profesi Guru telah berjalan sesuai standar mutu, pedoman teknis, dan prinsip profesionalisme yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga penjamin mutu.
Evaluasi ini tidak hanya berfungsi sebagai refleksi operasional, tetapi juga sebagai forum akademik yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan di lingkungan PPG. Mulai dari Koordinator PPG, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Rektor Universitas Balikpapan, hingga Ketua Dewan Pembina, semuanya hadir untuk memberikan arahan dan evaluasi berbasis data mengenai pelaksanaan UKPPPG di periode ini. Kehadiran jajaran pimpinan memperlihatkan betapa pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari proses berkelanjutan dalam menciptakan tenaga pendidik profesional yang kompeten dan berdaya saing tinggi.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Koordinator PPG, Dr. Firman, S.Ag., M.S.I, yang memaparkan hasil umum pelaksanaan UKPPPG Periode 3 Tahun 2025. Dalam sambutannya, beliau menguraikan bahwa evaluasi ini menjadi wahana untuk menelaah kembali efektivitas setiap tahapan asesmen, mulai dari penyusunan perangkat ujian, proses monitoring, hingga pelaksanaan uji kompetensi oleh asesor.
Menurut Dr. Firman, S.Ag., M.S.I,, pelaksanaan UKPPPG pada periode ini memberikan data penting mengenai tingkat kesiapan peserta, variasi kemampuan pedagogik dan profesional, serta tantangan teknis yang muncul selama proses asesmen berlangsung. Beliau menekankan bahwa penjaminan mutu dalam PPG tidak hanya dilakukan pada tahap pembelajaran, tetapi juga pada tahap akhir evaluasi melalui UKPPPG. Oleh karena itu, diperlukan refleksi menyeluruh untuk memastikan bahwa standar asesmen benar-benar mampu mengukur kompetensi peserta secara objektif, valid, dan reliabel.
Beliau juga menyoroti perlunya peningkatan kapasitas asesor, baik dalam hal kejelasan pedoman, pemahaman rubrik penilaian, hingga konsistensi dalam memberikan skor. Peningkatan ini dinilai sangat penting untuk menjaga integritas pelaksanaan UKPPPG agar tetap berorientasi pada kualitas dan bukan sekadar kelulusan administratif. Pada bagian lain sambutannya, Dr. Firman mengajak seluruh civitas akademika yang terlibat untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka membangun sistem PPG yang responsif, adaptif, dan selaras dengan dinamika kebijakan nasional, termasuk inovasi dalam penggunaan teknologi digital selama proses asesmen.

Sambutan kedua disampaikan oleh Dekan FKIP Universitas Balikpapan, Dr. H. Sugianto, M.M, yang menegaskan perspektif kelembagaan terhadap peran PPG sebagai bagian dari tanggung jawab pendidikan tinggi dalam mencetak guru berkualitas. Berbeda dari sambutan sebelumnya yang lebih fokus pada teknis asesmen, sambutan Dr. H. Sugianto, M.M, lebih banyak menyoroti strategi penguatan akademik dan pengembangan kapasitas fakultas dalam mendukung keberhasilan PPG.
Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa FKIP harus terus memperkuat ekosistem akademik yang kondusif melalui peningkatan kualitas dosen, penguatan kurikulum berbasis kompetensi, serta penyediaan sarana-prasarana pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan praktik profesional guru. Beliau menyampaikan bahwa fakultas memiliki tanggung jawab untuk terus melakukan pembinaan terhadap dosen pengampu, meningkatkan literasi digital tenaga pendidik, serta mengoptimalkan layanan akademik bagi mahasiswa PPG untuk menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih berkualitas.
Selain itu, Dr. H. Sugianto, M.M, juga memberikan apresiasi terhadap sinergi yang telah terbangun antara dosen, guru pamong, asesor, dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam pelaksanaan UKPPPG. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi yang kuat antar-unit. Evaluasi ini, menurutnya, merupakan momentum strategis untuk memperkuat kembali komitmen tersebut, terutama dalam menghadapi tuntutan pendidikan abad 21 yang menekankan kompetensi teknologi, kolaborasi, dan kreativitas.
Beliau mengajak seluruh tim PPG untuk menjadikan hasil evaluasi sebagai acuan dalam pengembangan strategi peningkatan mutu, termasuk dalam menghadapi dinamika kebijakan terbaru mengenai PPG prajabatan dan dalam jabatan yang terus mengalami pembaruan. FKIP, menurutnya, harus selalu terbuka terhadap inovasi, penelitian, serta pengembangan model-model pembelajaran maupun asesmen yang relevan.

Sambutan ketiga disampaikan oleh Rektor Universitas Balikpapan, Dr. Isradi Zainal, M.T., S.H., M.H., M.M., Dess, M.K.K.K., I.P.U, yang memberikan arahan strategis mengenai posisi Universitas Balikpapan dalam penyelenggaraan PPG serta kontribusi lembaga terhadap peningkatan kompetensi guru Indonesia. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa UKPPPG merupakan tahapan krusial dalam memverifikasi kompetensi profesional calon guru, sehingga pelaksanaannya harus memenuhi standar integritas, akurasi, dan objektivitas yang tinggi.
Rektor menyampaikan bahwa Universitas Balikpapan sebagai LPTK harus terus memperkuat sistem tata kelola akademik dalam pelaksanaan PPG, termasuk optimalisasi penggunaan teknologi pada seluruh tahapan administrasi dan asesmen. Hal ini mengingat bahwa transparansi dan akuntabilitas merupakan dua aspek penting dalam mewujudkan layanan pendidikan profesional yang kredibel.
Selain itu, beliau mendorong adanya inovasi dalam pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi dan pendekatan asesmen autentik yang tidak hanya menilai aspek kognitif, tetapi juga portofolio, praktik pembelajaran, dan kemampuan reflektif peserta. Menurutnya, guru masa depan harus mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum, tuntutan teknologi, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Dalam pesan penutupnya, Rektor memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, asesor, dosen, serta guru pamong yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan PPG. Beliau berharap evaluasi ini mampu menjadi tonggak untuk memperkuat budaya mutu, disiplin akademik, serta profesionalisme seluruh civitas akademika. Ia menegaskan bahwa Universitas Balikpapan memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu LPTK yang diperhitungkan di tingkat nasional melalui peningkatan mutu berkelanjutan.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Dewan Pembina Universitas Balikpapan, Dr. Rendi Susiswo Ismail, S.E., S.H., M.H, yang menegaskan pentingnya kontinuitas peningkatan mutu pendidikan profesi di lingkungan kampus. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa PPG merupakan investasi jangka panjang negara dalam membangun kualitas pendidikan nasional, sehingga seluruh elemen kampus harus menjalankan program ini dengan penuh integritas dan dedikasi.
Beliau menguraikan bahwa pelaksanaan UKPPPG harus memperhatikan aspek keadilan, akuntabilitas, dan transparansi agar benar-benar mampu memotret kompetensi guru berdasarkan standar kompetensi yang telah ditetapkan. Dr. Rendi juga memberikan dorongan agar LPTK melakukan inovasi manajerial dalam pengelolaan program PPG, termasuk peningkatan kualitas layanan administrasi, monitoring evaluatif yang lebih ketat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dalam pesannya, beliau berharap Universitas Balikpapan terus bergerak menuju standar mutu yang lebih baik setiap tahun. Evaluasi seperti ini harus dipandang sebagai ruang refleksi akademik yang penting bagi lembaga agar terus berbenah dan menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pendidikan nasional. Beliau tidak hanya menyoroti aspek teknis, tetapi juga pentingnya penguatan karakter dan profesionalisme sebagai identitas pokok Universitas Balikpapan dalam menjalankan program pendidikan profesi guru.

Penutup dan Arahan Tindak Lanjut
Kegiatan evaluasi ini ditutup dengan sesi diskusi akademik dan penyusunan rekomendasi strategis yang akan digunakan sebagai dasar peningkatan pelaksanaan UKPPPG di periode selanjutnya. Forum diskusi memungkinkan seluruh peserta untuk memberikan masukan berdasarkan pengalaman lapangan, analisis dokumen asesmen, serta refleksi pribadi selama pelaksanaan PPG.
Melalui serangkaian kegiatan ini, LPTK Universitas Balikpapan kembali menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga mutu penyelenggaraan PPG dan menghasilkan guru profesional yang kompeten serta siap menghadapi tantangan pendidikan abad 21. Evaluasi ini tidak hanya menjadi kewajiban administratif, melainkan juga bagian dari budaya akademik yang ditanamkan secara berkelanjutan di Universitas Balikpapan.
Universitas Balikpapan berharap bahwa hasil evaluasi dan rekomendasi yang telah disusun dapat diimplementasikan secara sistematis demi mendukung peningkatan mutu PPG dan memperkuat kontribusi kampus terhadap pengembangan pendidikan nasional.
🖋️ Penulis: Tim PPG LPTK FKIP Universitas Balikpapan
📸 Dokumentasi: Panitia PPG Guru Tertentu 2025
Baca Juga :
-
Pelaksanaan UKPPPG bagi Guru Tertentu Periode 2 Tahun 2026
-
Diklat Pembelajaran Terbimbing Persiapan Uji Kinerja dan UTBK PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026
-
Rangkaian Kegiatan Orientasi Akademik PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026
-
Pembukaan Orientasi Akademik PPG Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026 FPKB Universitas Balikpapan